12.14.2009

Buatlah Bunda Gembira

Saat kita masih dalam buaian, dengan bersimbah keringat dan badan pegal-pegal, ibu bisa berjam-jam menggendong kita hanya agar jerit tangis terhenti, agar membias senyuman indah di bibir kita. Kala itu, rasa pegal-pegal di bagian punggungnya atau rasa sakit di pinggang dan lehernya, sudah tidak dirasakan lagi. Senyuman kita, bagi seorang ibu, adalah hadiah mahal yang mau dia bayar dengan apapun juga.

Saat usia sudah mulai menggerogoti kekuatan fisik seorang ibu, teronggaklah dia menjadi orang tua yang serba pasrah menerima segalanya. Ia hanya terus berharap, agar segala upayanya selama ini tidak sia-sia. Agar anaknya bisa hidup berbahagia lebih beruntung dari dirinya. Meski demikian, tali kasih itu ternyata tidak pernah terputus. Dengan merangkak pun dia siap, untuk mendatangi kediaman anaknya yang amat jauh, demi berkesempatan melihat wajah anaknya yang ceria, demi memastikan bahwa anaknya itu masih baik-baik saja.

Dengan realitas itu seorang anak harus sedikit tahu diri. Ia sudah sepatutnya bekerja keras untuk dapat membahagiakan orang tuanya, terutama sang ibu, sebagaimana ibunya telah berusaha membahagiakannya. Seorang ibu mungkin tidak pernah mengharapkan apa-apa. Namun lubuk hatinya, teramat membutuhkan siraman kebahagiaan melalui tawa dan canda.

Abdulah bin Amru, suatu hari datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalla. Isa berkata, ‘Duhai Rasulullah! Aku sangat ingin berhijrah bersamamu. Namun tadi, aku meninggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis. Apa yang harus kulakukan’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Pulanglah. Buatlah mereka tertawa, sebagaimana engkau telah membuatnya menangis.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya II: 63, Abu Dawud II: 17, Ibnu Majah II: 930, dan Ahmad I: 160)


Berupayalah untuk membuat sang ibu tertawa bahagia. seperti yang dikatakan oleh K. H .Habib Munzir Almusawa . Sepucuk surat atau sms yang memuat doa hangat, sapaan santun dan sedikit basa-basi menceritakan kabar-kabar terkini sang anak, sudah cukup untuk membuat ibu menyunggingkan senyuman,bahkan terkadang, memaksanya meneteskan airmata naru.
Berupayalah untuk membuat sang ibu tertawa berbahagia. Bisa jadi, terkadang kita harus merelakan biaya cukup besar dikuras dari kantong kita, hanya untuk bisa berjumpa dengan sang ibu. Bahkan, waktu berjam-jam mungkin malah berhari-hari, harus kita habiskan di perjalanan menuju kediamannya. Tapi sadarlah, bahwa kebahagiaan sang ibu adalah kebahagiaan kita juga. Sebesar apapun biaya itu tetap tak ada nilainya, bila dibandingkan doa tulus yang keluar dari mulutnya, ‘Mudah-mudahan, kamu murah rezeki.’
Duhg, dentuman keras seperti membelah jantung, saat kita sadar, bahwa doa itu keluar dari mulut wanita agung yang bukan lebih berkecukupan dibandingkan kita, yang selayaknya doa itu diperuntukkan bagi dirinya sendiri, atau justru keluar dari mulut kita untuk si ibu yang terkasih. Tapi, tampaknya luapan kasihnya yang tidak terbentung, membuatnya mampu untuk lebnih enteng mengucapkan doa mulia tersebut, ketimbang kita…
Berupayalah untuk membuat sang ibu tersenyum bahagia. Di hari-hari tua itu mereka akan sangat membutuhkan hiburan kita.



10 komentar:

Zahra Lathifa mengatakan...

Ibu memang makhluk yang paling mulia dimuka bumi ini ya...sangat pantas jika Allah menjanjikan surga dibawah telapak kakinya..:)
thanks for sharing..

ina mengatakan...

kalau ngomongin soal ibu... ini paling menyentuh dalam hati ina...

ina selalu hati2 dlm bicara maupun perbuatan agar tak menyakiti Mami...
ina sayang Mami...

dan akan membuat Mami bahagia...
thanks kag buat votenya... :)

Edo Belva mengatakan...

ho oh..sedih rasanya jika melihat ibu kita tidak bahagia..

Aditya's Blogsphere mengatakan...

kabar baik kawan, maaf belum sempet berkomentar tentang topiknya karena ini lagi ngetik posting .....thanks udah silaturahim ke tempat adit ya....

Aditya's Blogsphere mengatakan...

Ribuan kilo jarak yang kau tempuh ...lewati rintangan demi aku anakmu...ibuku sayang masih terus berjalan.....walau telapak kaki penuh darah penuh nanah seperti udara...kasih yang engkau berikan tak mampu ku membalas.......ibu....ibu.....

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

jadi ngat ibu ku di kampung ... semoga bulan januari nanti aku dapat citu buat ketemu iBundaku

rahmatea mengatakan...

baru sempat mampir lagi sahabat, "berbuatlah yang terbaik untuk ibunda kita tercinta, senangkanlah hatinya, gembirakanlah jiwanya, buatlah bibirnya tersenyum.....dan do'a tulusnya mintakanlah...insyaAllah hidup kita sehat sejahtera...amin"

ivan kavalera mengatakan...

bagiku ibu tak pernah tergantikan

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Aku jadi sedih deh ngomongin soal Ibu...
Aku kangen sama Almarhumah.... aku belum bisa berbakti sepenuhnya.

Aulawi Ahmad mengatakan...

salut, sungguh artikel yg bermanfaat, keep going bro :)

Posting Komentar

Terimakasih sahabat telah berkunjung di blog sederhana ini
saya ada blog yang lain yaitu taman kunang-kunang terimakasih

Artikel

Followers